Sunday, July 31, 2011

Lafaz Niat Puasa Ramadhan Dan Berbuka

Niat Puasa Ramadhan 

Lafaz niat untuk sebulan puasa

niatsebulanpuasa
Sahaja aku berpuasa keseluruhan bulan Ramadhan kerana Allah Ta”ala
Lafaz niat puasa (harian)
niatharianpuasa
Sahaja aku berpuasa esok hari menunaikan Fardhu Ramadhan tahun ini kerana Allah Ta’ala

Doa Berbuka Puasa

doaberbuka
Ya Allah bagi Engkau aku berpuasa dan dengan Engkau beriman aku dengan rezeki Engkau aku berbuka dengan rahmat Engkau wahai yang Maha Pengasih dan Penyayang.

Doa Selepas Berbuka Puasa

doasesudahberbuka
Ya Allah! Kerana Engkau aku berbuka puasa dan kepada Engkau aku beriman dan atas rezeki dari Engkau aku berbuka puasa telah hilang dahaga sudah menjadi basah segala urat. Ya Allah! Aku minta diampuni dosaku dengan rahmat Engkau yang meliputi segala sesuatu.
...SELAMAT BERPUASA...

BERITA LIVE DARI OASIS RAMADHAN

Berita Ramadhan

Sayyid Muhammad bin Alwi Al Maliki mengatakan orang yang berpuasa mempunyai 10 keutamaan yang diberikan Allah, di antaranya ialah:
Pertama, Allah memberikan keistimewaan kepada umat yang berpuasa dengan menyediakan satu pintu khusus di surga yang dinamai Al Rayyan. Pintu surga Al Rayyan ini hanya disediakan bagi umat yang berpuasa.
Kata Nabi dalam satu haditsnya, pintu Rayyan hanya diperuntukkan bagi orang-orang berpuasa, bukan untuk lainnya. Bila pintu tersebut sudah dimasuki oleh seluruh rombongan ahli puasa Ramadhan, maka tak ada lagi yang boleh masuk ke dalamnya. (HR. Ahmad dan Bukhari-Muslim).
Kedua, Allah telah mengfungsikan puasa umat Nabi Muhammad saw sebagai benteng yang kokoh dari siksa api neraka sekaligus tirai penghalang dari godaan hawa nafsu. Dalam hal ini Rasul bersabda, “Puasa (Ramadhan) merupakan perisai dan benteng yang kokoh dari siksa api neraka.” (HR. Ahmad dan Al Baihaqi). Rasul menambahkan pula bahawa puasa yang berfungsi sebagai perisai itu layaknya perisai dalam kancah peperangan selama tidak dinodai oleh kedustaan dan pergunjingan. (HR. Ahmad, An Nasa`i, dan Ibnu Majah).
Ketiga, Allah memberikan keistimewaan kepada ahli puasa dengan menjadikan bau mulutnya itu lebih harum dari minyak misik. Sehingga Rasul bertutur demikian, “Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih semerbak di sisi Allah dari bau minyak misik.”
Keempat, Allah memberikan dua kebahagiaan bagi ahli puasa yaitu bahagia saat berbuka dan pada saat bertemu dengan Allah kelak. Orang yang berpuasa dalam santapan bukanya meluapkan rasa syukurnya dimana bersyukur termasuk salah satu ibadah dan dzikir. Syukur yang terungkap dalam kebahagiaan kerana telah diberi kemampuan oleh Allah untuk menyempurnakan puasa di hari tersebut sekaligus berbahagia atas janji pahala yang besar dari-Nya. “Orang yang berpuasa mempunyai dua kebahagiaan. Yaitu berbahagia kala berbuka dan kala bertemu Allah,” kata Rasul dalam hadits riwayat imam Muslim.
Kelima, puasa telah dijadikan oleh Allah sebagai medan untuk menempa kesehatan dan kesembuhan dari beragam penyakit. “Berpuasalah kalian, niscaya kalian akan sehat.” (HR. Ibnu Sunni dan Abu Nu`aim).
Abuya menegaskan bahawa rahasia kesehatan di balik ibadah puasa adalah bahawa puasa menempah tubuh kita untuk melumatkan racun-racun yang mengendap dalam tubuh dan mengosongkan materi-materi kotor lainnya dari dalam tubuh.
Menurut kerangka berpikir Abuya, puasa ialah fasilitas kesehatan bagi seorang hamba guna meningkatkan kadar ketaqwaan yang merupakan tujuan utama puasa itu sendiri. “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (Qs. Al Baqarah: 183).
Keenam, keutamaan berikutnya yang Allah berikan kepada ahli puasa adalah dengan menjauhkan wajahnya dari siksa api neraka. Matanya tak akan sampai melihat pawai arak-arakan neraka dalam bentuk apapun juga. Rasul yang mulia berkata demikian, “Barangsiapa berpuasa satu hari demi di jalan Allah, dijauhkan wajahnya dari api neraka sebanyak (jarak) tujuh puluh musim.” (HR. Ahmad, Bukhari-Muslim, dan Nasa`i).
Ketujuh, dalam Al Quran Allah berfirman, “Mereka itu adalah orang-orang yang bertaubat, yang beribadat, yang memuji, yang melawat, yang ruku’, yang sujud, yang menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah berbuat munkar dan yang memelihara hukum-hukum Allah. dan gembirakanlah orang-orang mukmin itu.” (Qs. At Taubah: 112).
Sebagian ulama ahli tafsir menerangkan bahawa orang –orang yang melawat (As Saihuun) pada ayat tersebut adalah orang yang berpuasa sebab mereka melakukan lawatan (kunjungan) ke Allah. Makna lawatan, tegas Abuya, di sini adalah bahawa puasa merupakan penyebab mereka (orang yang berpuasa) bisa sampai kepada Allah. Lawatan ke Allah ditandai dengan meninggalkan seluruh kebiasaan yang selama ini dilakoni (makan, minum, mendatangi istri di siang hari) serta menahan diri dari rasa lapar dan dahaga.
Sembari mengutip Al Quran pula, Abuya mencoba menganalisa surah Az Zumar ayat 10: “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” Kata Al Maliki, orang-orang yang bersabarlah maksudnya adalah orang yang berpuasa sebab puasa adalah nama lain dari sabar. Di saat berpuasalah, orang-orang yang bersabar (dalam beribadah puasa) memperoleh ganjaran dan pahala yang tak terhitung banyaknya dari Dzat Yang Maha Pemberi, Allah swt.
Kelapan, di saat puasa inilah Allah memberi keistemewaan dengan menjadikan segala aktifiti orang yang berpuasa sebagai ibadah dan ketaatan kepada-Nya. Kerananya, orang yang berpuasa dan ia meninggalkan ucapan yang tidak berguna (diam) adalah ibadah serta tidurnya dengan tujuan agar kuat dalam melaksanakan ketaatan di jalan-Nya juga ibadah. Dalam satu hadits riwayat Ibnu Mundih dinyatakan, “Diamnya orang yang berpuasa adalah tasbih, tidurnya merupakan ibadah, dan doanya akan dikabulkan, serta perbuatannya akan dilipatgandakan (pahalanya).”
Kesembilan, di antara cara yang Allah kenakan dalam memuliakan orang yang berpuasa, bahawa Allah menjadikan orang yang memberi makan berbuka puasa pahalanya sama persis dengan orang yang berpuasa itu sendiri meski dengan sepotong roti atau seteguk air. Dalam satu riwayat Nabi bertutur seseorang yang memberi makan orang yang puasa dari hasil yang halal, akan dimintakan ampunan oleh malaikat pada malam-malam Ramadhan…… meski hanya seteguk air. (Hr. Abu Ya`la).
Kesepuluh, orang yang berbuka puasa dengan berjamaah demi melihat keagungan puasa, maka para malaikat akan bershalawat (memintakan ampunan) baginya.
Buat  semua kerabat  pembaca  walau di mana sahaja berada.

 Aku ucapkan selamat menyambut Ramadhan al-Mubarak dan menjalani ibadah puasa. Semoga penghayatan oasis Ramadhan kali ini lebih bermakna dari tahun sebelumnya.


  Pelihara makan minum, mulut, mata, telinga, hati, nafsu,  ibadah, segalanya harus di jaga dan jangan lupa berzakat.... barulah boleh menikmati kelazatan dan nikmat Ramadhan.....
 
Apakah mungkin ini Ramadhan kita yang terakhir... ?






Walau apa pun, yang penting adalah SELURUH KEBERKATAN OASIS RAMADHAN MENJADI MILIK PERIBADI KITA.... SELAMAT BERPUASA.

Saturday, July 30, 2011

RAMADHAN MEMBAWA KETENANGAN JIWA

Oasis Ramadhan, Merehatkan Jiwa Yang Lara

Ramadhan, menjanjikan pelbagai keistimewaan dan tawaran.

Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah.
Semboyan sedang bergema. Suasananya kian terasa.
Aku benar-benar teruja sepenuh hati  akan kehangatan Ramadhan tahun ini. Sungguh!
Menanti oasis yang menyejukan jiwa.
Menghilangkan dahaga.
Dan, memberikan kebahagian dan ketenangan sanubari.
Ramadhan umpama oasis. Di saat, melalui kehidupan yang meletihkan dan memenatkan. Ramadhan akan merehatkan jiwa dengan siraman air yang dingin. Kering tekak yang sangat dahagakan air akan hilang dengan tegukan air Ramadhan yang sejuk.
Sesejuk salju  putih.
Terbayangkan keindahan, kenikmatan dan keasyikannya.
Kedamaiannya, kebahagiaannya dan suasananya yang lain dari yang lain.

Kelebihan-kelebihan  Ramadhan Bagi membangkitkan lagi perasaan kita untuk bersiap siaga  menghadapi Ramadhan, marilah sama-sama kita semak ayat-ayat Al-Quran dan hadis yang membicarakan tentang kelebihan Ramadhan. Mudahan-mudahan kita terus bersemangat untuk Ramadhan! Moga-moga kita terasa ringan untuk warming up untuk mengejar piala taqwa.

Pertama : Ramadhan, Bulan Al-Quran
Di antara kelebihan dan keistimewaan bulan Ramadhan itu Allah Subhanahu wa Ta‘ala telah menurunkan kitab suciNya (Al-Qur’an) yang menjadi petunjuk bagi manusia. Firman Allah SWT :
“(Masa yang diwajibkan kamu berpuasa itu ialah) bulan Ramadhan yang padanya diturunkan Al-Qur’an, menjadi petunjuk bagi sekalian manusia, dan menjadi keterangan-keterangan yang menjelaskan petunjuk, dan (menjelaskan) perbezaan antara yang benar dengan yang salah.”
(Surah Al-Baqarah 2 : 185)
Inilah intipati dan agenda utama di dalam Bulan Ramadhan. Kita harus mendekati, berdampingan dan hampir dengan Al-Quran. Sepanjang masa dengan Al-Quran.

Kedua : Ramadhan, bulan Syaitan dibelenggu
Abu Hurairah menyatakan : Telah bersabda Rasulullah S.A.W yang bermaksud : Apabila telah tibanya Ramadhan, dibuka pintu-pintu syurga dan ditutup segala pintu neraka dan diikat segala syaitan.
( Hadis diriwayatkan  oleh imam Bukhari, Muslim, Nasai’e, Ahmad dan Baihaqi)
Syaitan, diikat, terhalang untuk melakukan kerja-kerjanya yang asasi. Saat itu, kita hanya bertarung dengan tuntutan dan tarikan hawa nafsu. Jika berjaya, kita akan menjadi insan mulia. Namun, jika kalah dalam bertarung dengan nafsu, kita adalah manusia yang tercela!

Ketiga : Ramadhan, Bulan pengampunan dosa-dosa-doa
Daripada Abu Hurairah daripada Rasulullah S.A.W telah bersabda yang bermaksud : “ Sesiapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan keikhlasan nescaya akan diampuninya segala dosanya yang telah lalu.”
( Diriwayat oleh Imam Nasai’e, Ibn majah, Ibn Habban dan Baihaqi)
Segala-gala dosa diampuni? MasyaAllah. Luar biasa tawaran dan offer ini. Tiada dimana-mana super market, gedung-gedung membeli belah dan pasar raya yang super hebat.
Syaratnya : penuh keimanan dan keikhlasan.

Keempat : Ramadhan, Bulan penebus dosa –dosa -dosa
Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud : “Sembahyang lima waktu, dan sembahyang Jumaat ke sembahyang Jumaat berikutnya, dan bulan Ramadhan ke bulan Ramadhan berikutnya adalah menjadi penebus dosa yang terjadi di antara waktu-waktu tadi, selama orang itu menjauhi dosa-dosa besar.”
(Hadis riwayat Muslim)
Banyaknya dosa-dosa kita. Sehingga, Allah SWT yang Maha Pengasih dan Penyayang sentiasa memberikankan peluang dan membuka peluang untuk menghapuskan dosa-dosa kita.  Terasa kerdilnya diri ini.

Kelima : Ramadhan, Bulan Intensif Latihan Kesabaran
 Rasulullah SAW bersabda :
Maksudnya : “Dia (bulan Ramadhan itu) ialah bulan kesabaran dan ganjaran kesabaran itu ialah masuk syurga.”
(Shahih Ibnu Khuzaimah)
Ketahuilah bahawa kesabaran itu pula ganjaran pahala tanpa perhitungan. Firman SWT yang bermaksud :
 “Sesungguhnya orang-orang yang bersabar sahaja yang akan disempurnakan pahala mereka dengan tidak terkira.”
( Surah Az-Zumar : 10)
Sabar – kalimah yang mudah meniti dibibir tetapi sukar terbit dalam keperibadian diri. Ramai orang suka berbicara tentang sabar, tetapi tidak ramai yang mampu bersabar dalam kesabaran. Kerana itu, latihannya harus intensif dan perlukan suasana yang khusus. Allah SWT, Sang Maha Pencipta menyediakan Ramadhan sebagai jalannya.
Ayuh, kita pupuk kesabaran di bulan yang mulia ini.

Penutup : Kibarkan semangat, agar ruh terus tertingkat!
 Ayuh, gerakan panji-panji kita menuju ke lembah oasis yang menenangkan. Ia akan menghilangkan segala dahaga yang
memenatkan dan meletihkan.

Nantikan ketibaannya. Nantikan dengan jiwa yang bersedia!

KAEDAH PUASA DISYARIATKAN

Bagaimana Puasa Di Syariatkan?

 Puasa disyariatkan melalui dua tahap ; Tahap pertama, wajib memilih  antara berpuasa atau berbuka dengan membayar fidyah iaitu memberi makan orang-orang miskin. Maka dalam hal ini, ada yang berpuasa, dan ada yang tidak berpuasa tetapi membayar fidyah sebagai gantinya. Perkara itu dinyatakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam firman-Nya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (١٨٣)أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ (١٨٤)

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (iaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain, dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (iaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 183-184)
  Tahap kedua, iaitu tahap penegasan, yakni mewajibkan berpuasa,  firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ (١٨٥)

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu, dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al-Baqarah: 185)

Dalam Shahihain dari Salamah ibn al-Akwa’ dia berkata: tatkala turun ayat:

وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ

“Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (iaitu): memberi makan seorang miskin.” (QS. Al-Baqarah: 184)
Maka yang suka berbuka, dia berbuka dan membayar fidyah hingga turun ayat:

فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ

“Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu.” (QS. Al-Baqarah: 185)
(Hadits Muttafaqun ‘alaih)

Pada tahap penegasan kewajiban ini, syariat juga datang pada dua peringkat; iaitu pertama peringkat  pemberatan, dan peringkat kedua , keringanan dan rahmat.

 Peringkat pemberatan:  Dulu, orang yang berbuka puasa boleh makan, minum dan mengumpuli isterinya selagi dia belum tidur atau belum sholat isya’. Jika dia tertidur atau sesudah sholat isya’ maka tidak boleh bagi mereka melakukan sesuatupun dari itu semua hingga malam berikutnya.

Sungguh telah terjadi pada seorang laki-laki dari kaum Anshar yang bekerja sepanjang hari, maka tatkala datang waktu berbuka dia segera meminta kepada isterinya untuk menyediakan makanan. Kerana makanan belum tersedia maka isterinya mencarikan makanan. Tatkala sang isteri datang, dia mendapati suaminya telah tertidur tanpa memakan sesuatu apapun. Saat dipertengahan hari pada hari kedua dia pengsan kerana beratnya kesulitan, kelaparan dan kehausan.

Demikian pula telah diriwayatkan bahawa sebahagian sahabat -diantaranya adalah Umar ibn al-Khaththab Radhiallahu ‘Anhu menggauli isteri-isteri mereka setelah mereka tidur atau setelah isteri mereka tidur. Hal ini demikian membuat mereka dalam kesulitan. Kemudian mereka mengadukan hal ini kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan sebuah ayat yang mulia yang menggambarkan peringkat kemurahan setelah peringkat pemberatan. Hal ini demikian berlaku hingga hari ini dan sampai hari kiamat nanti. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَى نِسَائِكُمْ هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ عَلِمَ اللَّهُ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُونَ أَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْ فَالآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الأبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الأسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ وَلا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ فَلا تَقْرَبُوهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ (١٨٧)

“Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahawasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, kerana itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, iaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 187)

Demikianlah, engkau melihat sebuat kaedah bijaksana yang diambil oleh Islam dalam syariatnya. Apakah dalam mewajibkan sebuah kewajiban, atau dalam mengharamkan sesuatu yang diharamkan. Iaitu sebuah kaedah bertahap dalam penetapan syariat yang berdiri di atas pemberian kemudahan, bukan kesulitan. (AR)[*]

(Majalah Qiblati th II ed 12)

Thursday, July 28, 2011

SELAMAT DATANG RAMADHAN

RAMADHAN

Manusia terdiri daripada dua unsur yang saling melengkapkan antara satu sama lain. Unsur tersebut ialah tubuh dan roh. Sejak zaman berzaman, tubuh jika mengalami sebarang masalah dapat dirujuk kepada bomoh dan hari ini digelar sebagai doktor.
Kesemuanya ini dirujuk apabila tubuh ditimpa sebarang penyakit. Manakala roh ataupun jiwa, jika ditimpa masalah akan dirujuk kepada pawang. Selalunya penyelesaian kepada masalah ini ialah dengan mengadu kepada kuasa lain dengan cara yang khurafat. Lalu lahirlah amalan memuja pokok, sungai, batu, cakerawala dan sebagainya.

Semua ini menunjukkan keperluan untuk melunaskan fitrah manusia yang ingin bertuhan. Secara semulajadinya, manusia perlu kepada tuhan. Manusia sendiri tidak boleh menerima dengan akal bahawa dunia ini wujud tanpa pencipta. Lalu dengan keyakinan inilah, manusia mencari-cari siapakah yang perlu dirujuk ketika menghadapi sebarang masalah. Lahirlah dari rasa fitrah tersebut amalan-amalan khurafat yang wujud semenjak zaman dahulu kala.

Islam kemudiannya datang bukanlah sangat untuk mengajar manusia bahawa di dunia ini adanya tuhan kerana itu merupakan satu fitrah. Tetapi Islam datang untuk meletakkan fitrah manusia di landasan yang betul iaitu mengakui tuhan itu hanyalah Allah SWT. Jiwa dan rohani manusia dipandu dengan jelas agar mengakui bahawa zat yang layak untuk disembah hanyalah Allah SWT. Pengabdian inilah merupakan misi utama penciptaan manusia. Inilah tujuan hidup manusia yang telah ditetapkan oleh Allah SWT.

Tujuan hidup ini tidak dapat disebut oleh mana-mana ahli fikir jika tidak merujuk kepada al-Quran. Ahli-ahli sains mungkin dapat menyebut apakah tujuan air, tanah, api, udara dan sebagainya. Demikian juga seorang ahli perubatan dapat menjelaskan khasiat ubat-ubatan yang dihasilkan. Namun, tujuan hidup siapakah yang dapat menjelaskan jika tidak Allah SWT sendiri?

Sebagaimana seorang yang datang dari ceruk kampung berdepan dengan pelbagai mesin di gudang yang besar, tidak akan mengetahui fungsi setiap jentera dan suis yang dilihatnya kerana tidak mempunyai kemahiran. Orang yang mengetahui fungsi mesin yang pelbagai itu ialah jurutera yang menciptanya atau sekurang-kurangnya berkemahiran tentangnya.

Demikianlah manusia, adalah mustahil seorang manusia mengetahui tujuan dia sendiri diciptakan jika tidak diberitahu oleh kuasa yang menciptakan manusia iaitu Allah SWT. Untuk memberitahu tujuan hidup inilah, dihantar rasul-rasul kepada manusia dari zaman berzaman. Merekalah yang ditugaskan untuk memandu manusia bagaimana hidup ini perlu diselaraskan sesuai dengan kehendak Allah SWT.

Jurupandu kepada umat ini ialah para anbiya’ khususnya di akhir zaman ini ialah Nabi Muhammad SAW. Baginda tidak mereka-reka jalan, baginda hanya menunjuk jalan berdasarkan al-Quran. Bulan Ramadhan inilah yang merupakan bulan penurunan al-Quran. Di antara sifat al-Quran ialah hudan linnas berasaskan firman Allah SWT:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ

Yang bermaksud: Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeza (antara yang hak dan yang bathil).- Surah al-Baqarah, ayat 185.

Justeru, puasa sebagaimana ibadat-ibadat lain merupakan keperluan kepada fitrah manusia. Jika sekalipun ugama tidak mewajibkan puasa ini dilakukan, manusia sendiri tentunya akan mewajibkan ke atas diri mereka untuk berpuasa kerana manfaat yang banyak daripadanya termasuklah dari aspek kesihatan.

Apatah lagi jika ia merupakan satu perintah daripada Allah SWT, lebih perlu untuk dilaksanakan sekalipun menempuhi sedikit kepayahan. Tanda taat tunduknya manusia kepada Tuhan mereka ialah mereka sanggup bersusah payah demi membuktikan kepatuhan mereka. Sebagaimana kita bersusah payah untuk anak-anak kita yang kita sayangi, maka demikianlah kita lebih utama untuk bersusah payah demi Tuhan yang kita yakini.

Inilah sebab mengapa setiap amalan di dalam Islam perlu diasaskan kepada niat yang ikhlas. Niat yang ikhlas dalam erti kata lain melaksanakan amalan semata-mata kerana ia merupakan perintah Allah SWT. Bukan sahaja beribadat seperti solat dan puasa, bahkan berpolitik, berniaga, bersosial, berumahtangga semuanya kerana Allah SWT. Hati perlu sentiasa diasuh untuk meyakini bahawa amalan yang dilakukan bukan kerana budaya turun temurun atau adat resam tetapi hanya kerana Allah SWT.

Manusia perlulah sentiasa yakin bahawa Allah SWT itulah yang bersifat dengan al-Khaliq (Yang Maha Mencipta), al-Baari (Yang Memberikan Kemampuan) dan al-Mushawwir (Yang Memberikan Bentuk). Keyakinan seperti ini membantu manusia untuk lebih meningkatkan amal ibadat kerana diyakini setiap amalan tersebut dinilai oleh Allah SWT yang menciptakannya.

Keyakinan inilah juga yang akan mendorong manusia untuk berpuasa dengan sesungguh hati. Hilangnya keyakinan ini, hilang jugalah roh dari ibadat puasa tersebut sehingga menghilangkan ganjaran yang disediakan oleh Allah SWT sebagaimana sabda Rasulullah SAW :

رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعُ وَرُبَّ قَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ قِيَامِهِ إِلَّا السَّهَرُ

Yang bermaksud: “Betapa ramai orang yang berpuasa tidak mendapat apa-apa daripada puasanya kecuali lapar dan betapa ramai orang yang berqiyam tidak mendapat apa-apa daripada qiyamnya kecuali hanya berjaga malam..” – Riwayat Ibnu Majah

Selain itu, kita perlu memperbanyakkan amalan membaca al-Quran, bersedekah, qiyamullail dan sentiasalah berzikir mengingati Allah SWT. Semuanya ini seharusnya sentiasa menjadi amalan rutin kita bukan hanya ketika di bulan Ramadhan tetapi sepanjang masa. Semoga bacaan al-Quran, sedekah, qiyam dan juga zikir yang kita amalkan sentiasa memandu kita di dalam mengurus tadbir hidup ini berpandukan apa yang dikehendaki oleh Allah SWT.

Semoga Ramadhan yang akan datang pada tahun ini jauh lebih baik dari Ramadhan pada tahun-tahun yang lepas.



*Diolah dan diedit kembali dari perutusan ramadhan MB Kelantan tahun hijrah 1431 lepas.

KABAR DARI NERAKA



Berita dari NERAKA

NERAKA dalam bahasa arab disebut AN-NAR, secara bahasa bererti “api”. Lafaz an-naar banyak disebutkan di dalam ayat-ayat Al-Qur’an yang bererti api neraka. diantaranya ialah dalam ayat
” Inilah dua golongan (golongan mukmin dan golongan kafir) yang bertengkar, mereka saling bertengkar mengenai Tuhan mereka. Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka. Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka.Dengan air itu dihancur luluhkan segala apa yang ada dalam perut mereka dan juga kulit (mereka).Dan untuk mereka cambuk-cambuk dari besi.Setiap kali mereka hendak ke luar dari neraka lantaran kesengsaraan mereka, nescaya mereka dikembalikan ke dalamnya. (Kepada mereka dikatakan), “Rasailah azab yang membakar ini”.
(Surah Al-Hajj : 19-22)
-LUAS DAN KEDALAMAN NERAKA
untuk mendapatkan gambaran mengenai betapa dalamnya neraka, perhatian hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah r.a berikut ini:
“ketika kami sedang duduk bersama Rasulullah SAW, tiba-tiba terdengar suaru benda yang jatuh. Lalu nabi SAW bertanya : tahukah kalian suara apa ini? Kami menjawab : ALLAH dan RasulNYA yang lebih tahu. Nabi SAW bersabda : Ini adalah suara jatuhnya batu yang dilemparkan ke dalam neraka selama 70 tahun silam, dan sekarang baru jatuh didalam neraka” (HR. Muslim)

1. WAJAH HITAM PEKAT HANGUS TERBAKAR
ALLAH berfirman
” Dan orang-orang yang mengerjakan kejahatan (mendapat) balasan yang setimpal dan mereka ditutupi kehinaan. Tidak ada bagi mereka seorang pelindungpun dari (azab) Allah, seakan-akan muka mereka ditutupi dengan kepingan-kepingan malam yang gelap gelita. Mereka itulah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya” (Surah Yunus : 27)

“Dan katakanlah: “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir”. Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, nescaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek” (Surah Al-Kahfi : 29)

“pada hari yang di waktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka yang hitam muram. Adapun orang-orang yang hitam muram mukanya (kepada mereka dikatakan): “Kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman? kerana itu rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu”. (Surah Ali-Imran : 106)

2. KULITNYA MATANG DAN MENCAIR
api neraka itu membakar kulit para penghuni neraka hingga matang dan hancur. Lalu ALLAH mengganti kulit mereka dengan kulit yang lain untuk dibakar lagi, begitu seterusnya.
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Surah An-nisa’:56)

3. HATI DAN ORGAN TUBUH DALAM TERBAKAR, USUS-USUS TERBURAI
tubuh penghuni neraka yang terbakar itu tidak hanya organ luar, tetapi semua organ dalampun ikut terbakar
“sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah. Dan tahukah kamu apa Huthamah itu?(iaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan, yang (membakar) sampai ke hati. (Surah Al-Humazah : 4-7)

semua permintaan dan permohonan para penghuni neraka kepada ALLAH SWT ditolakNYA dengan tegas yang justru menambah kepedihan siksa mereka, sebagai mana firman ALLAH
“Mereka berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah dikuasai oleh kejahatan kami, dan adalah kami orang-orang yang sesat.Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami daripadanya (dan kembalikanlah kami ke dunia), maka jika kami kembali (juga kepada kekafiran), sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim.
Allah berfirman: “Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku. (Surah Al-Mu’minun :106-108)

4. PENGHUNI NERAKA YANG PALING RINGAN SIKSANYA
diriwayatkan dari Abbas bin Abdul Muthalib, ia bertanya kepada Rasulullah SAW : ” ya Rasulullah apakah engkau memberikan suatu manfaat kepada Abu Thalib(bapa saudara Baginda), dia telah memelihara engkau, tapi juga memarahimu ( tidak beriman kepadamu). ” Nabi SAW bersabda ” Ya dia berada didalam siksaan yang paling ringan dari api neraka (api neraka membakarnya sampai pada kedua mata kakinya). andaikan tidak kerana saya, maka ia akan disiksa didalam jurang neraka yang paling dalam (dikerak neraka) (HR. Muslim)
Rasulullah SAW bersabda : “Seringan-ringannya siksaan ahli neraka, iaitu seseorang diberi dua alas kaki dari api, maka otaknya menjadi mendidih sebab dari kedua alas kaki itu, sebagaimana mendidihnya air yang ada di dalam kendil, sampai tetangganya dapat mendengar mendidihnya otak tersebut. Gigi gerahamnya menjadi bara api, bibirnya menjadi bara api, nyalanya api itu sampai keluar dari dalam perutnya, dari kedua telapak kakinya. Orang yang disiksa seperti ini beranggapan bahawa dirinya termasuk penduduk neraka yang sangat pedih siksanya. Padahal sesungguhnya dia termasuk dari penduduk neraka yang ringan siksanya”.
 
...coretan blog dari mindaku... sama ambil manfaat.

Wednesday, July 20, 2011

HADIS TENTANG PENUDUH DAN TERTUDUH



PENUDUH WAJIB MEMBAWA BUKTI, DAN TERTUDUH CUKUP BERSUMPAH
عن ابن عباس – رضي الله عنه – أن رسول الله صلى الله عليه و سلم قال - لو يعطى الناس بدعواهم ، لا دعى رجال أموال قوم و دماءهم لكن البينة على من المدعي و اليمن على من أنكر - حديث حسن رواه البيهقي و غيره هكذا، وبعضه في الصحيحين
Dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu 'anhuma, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda : “Sekiranya setiap tuntutan orang dikabulkan begitu sahaja, nescaya orang-orang akan menuntut darah orang lain atau hartanya. Akan tetapi, haruslah ada bukti atau saksi bagi yang menuntut dan bersumpah bagi yang mengingkari (dakwaan)”.
(HR. Baihaqi, hadits Hasan, sebagian lafazhnya ada pada riwayat Bukhari dan Muslim)



Hadits ini pada riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa Ibnu Abu Mulaikah mengatakan :
“Ibnu ‘Abbas menulis bahwa sesungguhnya Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam telah menetapkan sumpah untuk orang yang menyangkal dakwaan”.

Pada riwayat lain disebutkan sesungguhnya Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda :
“Sekiranya manusia dikabulkan apa sahaja yang menjadi pengakuannya, nescaya orang-orang akan mudah menuntut darah orang lain, dan harta orang lain. Akan tetapi, sumpah itu untuk orang yang menyangkal dakwaan”.

Penulis kitab Al Arbain berkata : “Hadits ini diriwayatkan Bukhari dan Muslim dalam Kitab Shahihnya dengan sanad bersambung dari riwayat Ibnu ‘Abbas. Begitu pula riwayat para penyusun Kitab Sunnan dan lain-lainnya”. Ushaili berkata : “Bila marfu’nya Hadits ini dengan kesaksian Imam Bukhari dan Imam Muslim, maka tidaklah ada artinya anggapan bahwa Hadits ini mauquf”. Penilaian semacam itu tidak berarti berlawanan dan tidak juga menyalahi.

Hadits ini merupakan salah satu pokok hukum Islam dan sumber pegangan yang terpenting sewaktu terjadi perselisihan dan permusuhan antara orang-orang yang bersengketa. Suatu perkara tidak boleh diputuskan semata-mata berdasarkan pengakuan atau tuntutan dari seseorang.

Sabda beliau “nescaya orang-orang akan menuntut darah orang lain atau hartanya” dipakai oleh sebagian orang sebagai dasar untuk membatalkan pendapat Imam Malik, yang mengatakan perlunya mendengarkan pengaduan korban yang mengatakan bahwa seseorang telah melukai saya atau saya mempunyai tuntutan darah kepada seseorang. Sebab, jika orang yang sedang sakit mengadu “Seseorang mempunyai pinjaman kepadaku satu dinar atau satu dirham” Tidak boleh diperhatikan, maka pengaduan korban “Saya mempunyai tuntutan darah kepada orang lain” lebih patut untuk tidak diperhatikan. Dengan demikian, alasan tersebut tidak benar untuk membantah pendapat Imam Malik dalam masalah ini karena Imam Malik tidak mendasarkan pelaksaan qishash atau denda hanya pada perkataan penggugat atau sumpah korban, tetapi menjadikan pengakuan korban “Saya mempunyai tuntutan darah kepada sseorang” sebagai keterangan tambahan yang menguatkan bukti penggugat, sampai orang yang digugat berani bersumpah ketika ia mengingkarinya, sebagaimana yang berlaku pada berbagai macam keterangan tambahan.

Sabda beliau : “Akan tetapi, sumpah itu untuk orang yang menyangkal (dakwaan)” menjadi kesepakatan para ulama untuk menyumpah penyangkalan orang yang didakwa dalam urusan harta. Akan tetapi, dalam urusan lain mereka masih berbeda pendapat. Sebagian ulama menyatakan hal ini wajib berlaku kepada setiap orang yang menyangkal dakwaan di dalam sesuatu hak, dalam thalaq, dalam pernikahan, atau dalam pembebasan budak berdasarkan pada keumuman Hadits ini. Jika orang yang didakwa tidak mahu bersumpah, maka tuduhannya dipenuhi.

Abu Hanifah berkata : “Sumpah itu diberlakukan dalam kes thalaq, nikah, dan pembebasan budak. Jika tidak mahu bersumpah, maka tuduhannya dipenuhi”. Dan dia berkata : “Dalam kes  tidak boleh digunakan sumpah (sebagai alat bukti)”.

TEMAN YANG SEJATI



PERSAHABATAN YANG SEJATI
 Marilah kita hayati bersama dialog dua orang manusia yang hebat iaitu antara Sa’ad bin Rabi’ al-Ansari dengan Abdul Rahman bin Auf (Muhajirin), sejurus peristiwa hijrah oleh para sahabat dari Makkah ke Madinah.
Kepada saudara barunya, Sa’ad berkata: “Sesungguhnya aku orang yang paling kaya di antara kaum Ansar. Aku berniat membahagikan hartaku menjadikan dua bahagian; satu untukku dan satu untukmu.Aku juga mempunyai dua orang isteri, ambillah siapa yang lebih kau sukai. Sebutkan namanya padaku, nanti aku akan talakkannya. Jika masa idahnya habis, nikahilah dia.”
Abdul Rahman menjawab:”Semuga Allah memberkati keluarga dan hartamu. Dimanakah pasar kalian?”
Sa’ad lalu menunjukkan pasar tersebut. Abdul Rahman seterusnya berniaga, berusaha, bernikah dan akhirnya beliau menjadi salah seorang lelaki yang terkaya di Madinah. (Riwayat Muslim, Abu Daud, al-Tirmizi, Ahmad dan Ibnu Majjah)
Tidak hanya antara Sa’ad dan Abdul Rahman sahaja bahkan itulah persahabatan dan persaudaraan yang wujud dan dapat diterjemahkan dalam kalangan seluruh golongan Muhajirin dan Ansar di Madinah. Dalam al-Quran surah al-Fath ayat 26, Allah berfirman yang bermaksud: "Dan orang yang bersama Rasulullah itu (orang beriman) sikap mereka bertegas kepada orang kafir dan berkasih sayang bersama mereka."

BOLEH BUAT MAKSIAT, JIKA...

BOLEH MELAKUKAN MAKSIAT, DENGAN SYARAT...

Dalam kitab al-Tazkhirah fi Ahwal al-Mawta wa al-Akhirah oleh Imam al-Quthubi, diceritakan tentang seorang lelaki yang dalam perjalanan untuk mencari hidayah telah bertemu dengan seorang sufi yang hebat, iaitu Ibrahim Adham.
Beliau bertanya, apakah masih ada ruang kepada beliau untuk melakukan maksiat?
Lalu Ibrahim Adham menjawab: “Kamu boleh melakukan maksiat dengan syarat:
1.      Kamu jangan makan rezeki Allah, kerana tidak layak orang yang mendurhaka kepada Allah makan rezeki Allah.
2.      Kamu jangan tinggal di bumi Allah, kerana adalah tidak layak sebenarnya orang yang melakukan maksiat dan melakukan penderhakaan kepada-Nya tinggal di bumi Allah.
3.      Lakukanlah maksiat di suatu tempat yang Allah sesungguhnya tidak nampak kamu.
4.      Seandainya malaikat maut datang untuk mencabut nyawa kamu, maka kamu katakan kepada malaikat tersebut untuk menangguhkan sedikit masa lagi usiamu agar engkau sempat melakukan taubat. Sekiranya engkau dapat melakukan perkara tersebut, maka dipersilakan untuk melakukan maksiat.
5.      Seandainya Malaikat Zabaniah, penjaga neraka datang hendak mengheret kamu ke neraka, maka katakan kepadanya bahawa kamu tidak akan mengikutnya. Sekiranya engkau dapat berbuat demikian, maka dipersilakan untuk berbuat maksiat.
Setelah mendengar kata-kata tersebut, lelaki itu menangis teresak-esak kerana dia sedar bahawa tidak layak bagi seorang hamba Allah untuk melakukan maksiat kepada-Nya.
Akhirnya, lelaki tersebut menemui jalan hidayah. Beliau dengan bersungguh-sungguh telah bertaubat kepada Allah s.w.t. Sejak dari itu, beliau segera menuntut ilmu dan menjadi seorang hamba Allah yang soleh.

Tuesday, July 19, 2011

KERETA NIKAH DENGAN MOTOSIKAL

Bila Kereta Dikahwinkan Dengan Motosikal


Kenderaan ini telah di cipta oleh Francois Knorreck dan di beri
nama The Snaefell Hybrid Car.Kenderaan ini mengambil masa 10 tahun ,10,000 jam dan 15000 paun
untuk menyiapkannya...













-Nahhhh, kita gimana ?

Saturday, July 16, 2011

Cinta


cinta sang surya
Bahkan hingga detik ini,
tak pernah Sang Mentari berkata pada bumi
“Kau berhutang budi padaku”
Saksikanlah apa yang terjadi dengan cinta yang demikian:
Seluruh pelusuk jagat raya terang kerananya.

DOA BUAT ANAK KESAYANGANKU

 DOA UNTUK ANAK-ANAKKU

Ya, Allah ,Ya Tuhanku …
Bentuklah anakku menjadi manusia yang cukup kuat untuk mengetahui kelemahannya
Dan, berani menghadapi dirinya sendiri saat dalam ketakutan
Manusia yang bangga dan tabah dalam kekalahan
Tetap jujur dan rendah hati dalam kemenangan
Bentuklah anakku menjadi manusia yang berhasrat mewujudkan cita-citanya
dan tidak hanya tenggelam dalam angan-angannya saja
Seorang anak yang sedar bahwa mengenal Engkau dan dirinya sendiri adalah landasan segala ilmu pengetahuan
Ya Allah, Ya Tuhanku …
Aku mohon padaMu, janganlah pimpin anakku di jalan yang mudah dan lunak
Namun, tuntunlah dia di jalan yang penuh hambatan dan godaan, kesulitan dan tantangan
Biarkan anakku belajar untuk tetap berdiri di tengah badai dan senantiasa belajar untuk mengasihi mereka yang tidak berdaya
Ajarilah dia berhati tulus dan bercita-cita tinggi, sanggup memimpin dirinya sendiri, sebelum mempunyai kesempatan untuk memimpin orang lain
Berikanlah hamba anak-anak yang mengerti makna tawa ceria tanpa melupakan makna tangis duka
  Anak-anak yang berhasrat untuk menggapai masa depan yang cerah namun tak pernah melupakan masa lampau
Dan, setelah semua menjadi miliknya …
Berikan dia cukup rasa humor sehingga ia dapat bersikap sungguh-sungguh namun tetap mampu menikmati hidupnya
Ya Allah, Ya Tuhanku …
Berilah anak-anakku kerendahan hati …
Agar ia ingat akan kesederhanaan dan Keagungan yang hakiki
Pada Sumber Kearifan, Kelemah-lembutan dan Kekuatan yang Sempurna …
Dan, pada akhirnya bila semua itu terwujud, hamba, ayahnya, dengan berani berkata “hidupku tidaklah sia-sia”.
Amien,amien ya Rabba alamin .

Friday, July 15, 2011

SOFTWARE UNTUK PEMBELAJARAN KANAK-KANAK

SOFTWARE UNTUK KANAK-KANAK MENGENAL HURUF, ANGKA DAN MENGHITUNG


 

Mengajar anak mengenal huruf dan angka adalah tugas ibu bapa yang boleh dilakukan sejak awal lagi. Ada satu tips khusus untuk melakukannya, iaitu buatlah pembelajaran itu menyenangkan untuk anak-anak anda sehingga mereka menyukainya dan dengan begitu mereka dengan cepat dapat mempelajarinya.

Sebran’s ABC adalah sebuah program belajar untuk anak-anak belajar mengenal huruf dan angka. Software ini begitu menyenangkan bagi anak-anak anda kerana dibuat berwarna dengan iringan musik dan game-game menarik yang kesemuanya itu dirancang untuk menarik minat anak-anak dalam belajar. Software ini terdapat dalam beberapa bahasa, termasuk bahasa Indonesia.
Buat teteman yang ingin mencerdaskan anak-anak bangsa silakan mendownload software Sebran’s ABC secara percuma di :
Sebran’s ABC.exe
 
*Semuga bermanfaat buat semua ibu bapa...

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...