Tuesday, April 1, 2014

ISRAEL YANG SEDIKIT : KENAPA TIDAK MAMPU DI GOYAH ?



          Dalam benak kecil ini muncul satu pertanyaan : Kenapa  Islam tidak mampu menganyang Israel yang begitu kecil rakyatnya ?  Apa yang rata-rata kita ketahui bahawa Israel itu mempunyai rakyat yang sedikit jika dibandingkan dengan umat Islam, tetapi kenapa justru kita lihat Israel lah yg mengendalikan seluruh sistem di dunia? Bahkan Amerika Syarikat yang merupakan negara kuasa dunia takut malah tunduk di bawah  telunjuk Israel ? Secara dasarnya, apa yang kita ketahui, negara-negara lain di dunia terus menerus mengecam Israel, tetapi tidak dapat berbuat lebih, sementara itu Negara Islam sekadar berkokok di laman sendiri. Bukankah senang untuk menganyang Israel yang sudah melampaui batas menjajah Palestin. Kita lihat banyak dukungan Negara-negara yang mengecam Israel tetapi tidak membuahkan hasil yang nyata, dan hingga kini Israel masih terus melakukan kerosakan sewenang-wenangnya terhdapa penduduk dan Negara Palestin. Kenapa hal demikian ini terus berlaku ?

           Seorang manusia yang memiliki empati terhadap nasib saudaranya di Palestin, adalah seorang manusia yang kritis dan cerdas. Orang bodoh adalah orang yang dengan membabi buta mendukung Zionis Israel, baik dalam bentuk persepsi  politik maupun dari segi ekonomi.
 
            Ketahuilah, bahawa sesungguhnya Israel tidak memiliki negara. Yang sekarang disebut sebagai “Negara Israel”,  sebenarnya suatu hal sebutan yang amat menyesatkan, kerana tanah tempat berdirinya “Negara Israel” bukan milik bangsa Israel atau Yahudi melainkan hak mutlak milik umat Islam sedunia di mana bangsa Palestin bertanah air.
 
          Secara implisit, Israel sendiri mengakui tentang hal ini. Dalam banyak catatan sejarah, pernah suatu masa Perdana Menteri Israel Golda Meir ditanya seseorang tentang mana sahaja batas-batas atau sempadan-sempadan geografis negara Israel. Golda Meir menjawab, “Batas-batas geografis negara Israel adalah sejauh mana tentara kami dapat menginjaknya.” Jadi, kaum Zionis-Israel merupakan satu kaum yang memang sesungguhnya tidak punya tanah air. Sebab itulah, Israel meletakkan di hadapan konsep politik ekpansionistik dan imperialistik. Dari waktu ke waktu, Israel terus berusaha sekuat tenaga untuk menguasai jengkal demi jengkal tanah agar daerah kekuasaannya terus bertambah luas.
 
            Dan sudah bukan menjadi satu rahsia lagi jika ada istilah “Israel adalah Amerika kecil, dan Amerika Syarikat adalah Israel besar”. Sejarah telah membuktikan selama berabad-abad jika AS selalu menjadi anjing penjaga yang paling setia bagi semua kepentingan Israel. Zionis-Israel memiliki pengaruh yang sangat dominan dalam hubungannya dengan AS. Sebab itulah, ada suatu fenomena  paling poyo yang terjadi di banyak negara, ketika Barrack Obama terpilih menggantikan Bush, banyak kalangan percaya jika sikap pemerintahan AS, terutama soal dukungan membabi-butanya terhadap Zionis-Israel,  akan berubah. Ketahui bahawa sesungguhnya hal tersebut tidak akan pernah terjadi. Hari demi hari setelah Obama menjadi Presiden AS, membuktikan hal tersebut tidak berlaku.
 
            Selama berkurun abad Amerika Syarikat dan Zionis-Israel telah bersatu, bekerjasama dalam segala bentuk kemungkaran dan kezaliman, dibantu dengan sejumlah negara Eropah yang juga merupakan “Israel besar yang malu-malu” seperti Inggris dan Perancis. Jelas, mereka nampaknya dengan mudah dapat menjalankan agendanya menguasai dunia.
 
            Di satu sisi yang berbeza, dunia Islam masih sibuk dengan urusannya masing-masing, dan terpecah-berai. Bahkan secara memalukan sesetengah Negara yang mengaku Negara Islam jelas-jelas telah bersekutu dengan Zionis-Israel dalam masalah Palestin ini. Seakan ada  kecurigaan dalam hati, jangan-jangan yang berkuasa di setengah-setengah negara yang mengaku negara Islam  sekarang adalah dari keturunannya Abu Jahal ,Ubaidillah Bin Salul,  dan yang berkuasa di Mesir sekarang adalah keturunannya Fira’un, Bal’am, dan Qarun, bukan Musa a.s. dan Harun a.s. Gerakan Islam, Ikhwanul Muslimin di Mesir, kini sedang dikhianati dan dizalimi, malah seakan-akan kerajaan Mesir di bawah pimpinan Al-Sisi ingin menyapu licin gerakan ini.
 
Sekian, Wallahua’am bishawab. 

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...